Tahu atau Faham?

Bismillah

Asalamualikum

  I’ve been reading the Quran translations lately. At first I thought it might be a wee bit dry, but I make full use of today’s advanced technology ;) I’m a modern Muslimah eh? :p Anyways, I downloaded a Quran Translation Software in English Version to my phone! Alhamdulillah, I’m enjoying and loving it. Whenever I couldn’t shut my eyes at night, Quran software is just a click away. There was a time during my pre-hijab days, all that I know is that Quran have all the answers to your questions. I know that everything is in there. But being heedless dulu, I didn’t have the heart to look up to the translation. I was being narrow-minded to think that the Malay translation was a bit complicated for me to understand. And I didn’t even make an effort to look for English Quran translations. To be frank, I never thought English Quran translations exist! Yes, I was shallow -.-” Alhamdulillah, Allah (SWT) has given me lots of pertunjuk and has made his right path visible to my eyes. :)

Let me share something worth knowing and worth thinking with all my habibi here.

How far do you know about your religion, Islam?

How far do you understand your religion, Islam?

Is there even a difference between knowing and understanding our great religion, Islam?

Lets take a typical example of whats happening in our country Brunei Darussalam these days. Religious studies is available in almost all schools in Brunei. In government schools, this noble subject is compulsory to all the students, regardless of their races and religions. Meaning to say that even the Chinese, Indians or any other races need to learn about our religion as a subject. Sad to say that most of the times, they are the ones who score higher marks in IRK (religious studies) than the Muslims themselves. We know our religion because we learned it in school. They know our religion because they learned it in school too! But again, a very disappointing fact but true, the Muslims are just similar to the non-Muslims because majority of the Muslims failed to understand our noble religion, Islam. Shouldn’t we be ashamed of this people? Us Muslims, do not want to be like the non-Muslims. So sahabat-sahabat ku, lets do our duty as a Muslim. Usahakanlah.

  VS    

Kita gunakan otak kita untuk mengetahui agama kita. Tapi untuk memahami agama kita, kita tidak gunakan otak, tetapi kita gunakan hati kita. :) To understand our religion, we need our heart to do its job. We use our heart to appreciate ayat-ayat Allah (SWT), not our brains my dear friends. We will never understand Islam using our brains. Why? It’s like when you learn the sciences, mathematics and all, all those subjects need our brains! Blerrgh. But bila kita read novels, boleh menangis di buat nya kan? Why? Because kita baca gunakan hati. I’m speaking of the FEEEEEEELLL. Why can’t we understand our Quran dengan hati kita? Rather than just reciting the Quran without understanding its meaning? I tell you, Quran can make you cryyy pun! So we should have that FEEEEEEL when we understand and appreciate Quran.

” Ketahuilah bahawa dalam setiap jasad itu ada seketul daging yang apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rosak, maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah ia adalah hati.” 

(Hadith Sahih Bukhari.)

So sahabat-sahabat ku, it is a must to cleanse our heart. Why? Because basically our heart is rusty with all the minor and major sins we’ve done intentionally or not. But how? La Tahzan. We have our ‘life-manual’, Al-Quran. We can always cleanse our heart by reciting the magnificent Quran. At the same time, when we recite the Quran, Allah (SWT) is ‘talking’ to us. :) And when we pray, we are ‘talking’ to Allah (SWT) The Almighty. Masya Allah (SWT).

Always remind yourself with these Quran Verses:

Remind yourself of WHY are you on this earth?

” And I have not created the jinn and the men except that they should serve Me. “

” I do not desire from them any sustenance and I do not desire that they should feed Me. “

” Surely Allah (SWT) is the Bestower of sustenance, the Lord of Power, the Strong. ”

( Quran Verse; 51:56-58 ) 

Masya Allah (SWT). This verse is one of my favorite verses! :)

I hope you learn something from this post, Insya Allah (SWT).

 

Published in: on October 29, 2008 at 10:24 pm Comments (0)

Iman.

Bismillah

Asalamualikum

Have you ever been in a situation where you wanted to change to be a better person, repent and fully submit to Allah (SWT)? Not just that, in order to achieve that we will definitely go through a lot of dugaan. Dugaan in terms of what’s happening to your surroundings. Especially when we are around a group of people, a group of family & friends, today’s trend and all. Basically just our surroundings. This dugaan, my dear readers is a test from Allah (SWT). When we promised to Allah (SWT) that we want to change, we want to repent and submit to Him Allah (SWT) The Almighty, Allah (SWT) will give us test by test to check if we keep our promise to him and if we protect our Iman or not.

6:116 – ” Dan jika kamu mengikuti kebanyakkan orang di bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah (SWT). Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. “

To get rid of being influenced by our surroundings is to have a group of friends who has the same ‘intention’ as ours. That way, we can remind each other of our idleness or our wrongdoings. Alhamdulillah, I have my group of friends/sisters which absolutely helped me a lot. (: And yes, Allah (SWT) tested me many-many times already. -.- Iman goes up and down. I definitely have lots and lots more to learn to keep my Iman safe (:

Let me just share with all of you here a little bit about Iman.

Iman is like an Anti Virus Program. An AVP protects our computer from any virus and makes sure that the computer is ‘clean’. This program can run on its own manually or we can set it to run automatically. Hmm -.- now lets apply it to our Iman. Each and every single day we must update our Iman. How is it similar to the AVP? How do we actually update our Iman manually? So, basically we upate our Iman manually by doing amal ibadah (: e.g. our solat 5 times a day, learning/tarbiyyah, attending majlis ilmu and etc. And how do we update our Iman automatically? It is when Allah (SWT) tests us. Dapatkah inda kitani protect our Iman? Kuat kah Iman kitani to not fail the test Allah (SWT) gives to us? Thats why my dear readers, we need to update our Iman everyday to protect our Iman hence to remove all the rust in our heart. Insyallah. (:

Okie, hopefully this short post of mine is useful & helpful :D

I shall be on hiatus now. exam, exam! -.-

Salaaaaaaam to all (:

Published in: on October 15, 2008 at 2:13 pm Comments (0)

siapa kah kamu?

Bismillah

Asalamualikum

Should I apologize for the lack of update? (:

Before it’s too late, Eid Mubarak to all Muslims out there. Maaf Zahir & Batin.

So, I’m not gonna type much here. But I have something to share with all of you here.

Go on and read (:

Siapakah orang yang sombong?

Orang yang sombong adalah orang yang di beri penghidupan tapi tidak mahu sujud pada yang menjadikan kehidupan itu iaitu Allah (SWT) Rabbul alaamin, Tuhan sekelian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan langit pada TuhanNya kecuali jin dan manusia yang sombong diri.

Siapakah orang yang kuat?

Orang yang kuat ialah orang yang dapat menahan kemarahannya ketika ia dalam kemarahan.

Siapakah orang yang telah mati hatinya?
Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Quran, Hadis dan cerita-cerita kebaikan namun merasa tidak ada apa-apa kesan di dalam jiwa untuk bertaubat.

Siapakah orang yang dungu otaknya?
Orang yang dungu otaknya ialah orang yang tidak mahu melakukan ibadat tetapi menyangka bahawa Tuhan tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.

Siapakah orang yang lemah?
Orang yang lemah ialah orang yang melihat akan kemaksiatan di depan matanya tetapi tidak sedikitpun menunjukkan kebencian di dalam hatinya akan kemunkaran itu.

Siapakah orang yang bakhil?
Orang yang bakhil lagi kedekut ialah orang yang berat lidahnya untuk membaca selawat keatas junjungan Rasulullah s.a.w.

Siapakah orang yang buta?
Orang yang buta adalah orang yang tidak mahu membaca dan meneliti akan kebesaran Al Quran dan tidak mahu mengambil pelajaran daripadanya.

Siapakah orang yang tuli?
Orang yang tuli adalah orang yang diberi nasihat dan pengajaran yang baik namun tidak diendahkannya.

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata “Inna lillahi wainna illaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “Ya Rabbi, Aku redha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang menangis airmata mutiara?
Orang yang menangis air mata mutiara adalah orang-orang yang sedang bersendiri lalu mengingat akan kebesaran Tuhan dan menyesal akan dosa-dosanya lalu mengalir air matanya.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak loba akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada sebaliknya sentiasa menumpuk-numpukkan hartanya.

Siapakah orang yang pandai?
Orang yang pandai ialah orang yang bersiap-siap untuk hari kematiannya kerana dunia ini berusia pendek sedang akhirat kekal abadi.

Siapakah orang yang bodoh?
Orang yang bodoh ialah orang yang beria-ia berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkah akhiratnya diabaikan.

Siapakah orang yang maju dalam hidupnya?
Orang yang maju dalam hidupnya adalah orang-orang yang sentiasa mempertingkat ilmu agamanya.

Siapakah orang-orang yang mundur hidupnya?
Orang yang mundur dalam hidupnya adalah orang yang tidak memperdulikan akan halal dan haramnya akan sesuatu perkara itu.

Siapakah orang yang gila itu?
Orang yang gila itu ialah orang yang tidak sembahyang kerana hanya dua syarat saja yang memperbolehkan seseorang meninggalkan sembahyang, pertama sekiranya ia haid dan kedua ketika ia tidak siuman akalnya.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi ialah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang selalu ditipu?
Orang yang selalu ditipu ialah orang muda yang menyangka bahawa kematian itu berlaku hanya pada orang tua.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik ialah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yg paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas ialah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan. Kuburnya akan diperluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yg mempunyai rumah yang sempit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ialah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya akan menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal ialah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari seksa neraka.

Published in: on October 12, 2008 at 11:53 am Comments (0)
Close
E-mail It